
Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi korban yang masih terjepit di reruntuhan tembok yang roboh
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari BASARNAS, BPBD, TNI, POLRI, DAMKAR, PMI, Komunitas Relawan dan Instansi terkait lainya berhasil mengevakuasi 29 korban robohnya tandon air di Pondok Moden Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam, Dusun Mangunsari, Desa Gadingsari, Kec. Sawangan pada Jum'at (25/4/2025)
Koordinator Unit Siaga Basarnas Borobudur Basuki mengatakan seluruh korban berjumlah 29 orang. 14 orang dievakuasi dalam kondisi selamat dan 11 orang mengalami luka-luka. Sedangkan empat korban lainnya ditemukan meninggal dunia
"Seluruh korban berjumlah 29 orang, itu data yang kami peroleh hingga malam ini. 25 orang selamat, empat orang terevakuasi dalam kondisi meninggal dunia" kata Basuki
Adapun korban yang proses evakuasi berlangsung kurang lebih 13 jam sejak pukul 10.30 WIB hingga operasi selesai sekitar pukul 23.30 WIB dikarenakan tebalnya pondasi dan ruangan sempit termasuk sejumlah bangunan yang labil.
Basuki juga menyampaikan, untuk kendala yang dihadapi oleh tim selama evakuasi ini yakni, akses jalur atau ruangan yang sangat sempit, serta tebalnya pondasi yang menimpa tembok kamar mandi membuat proses evakuasi harus sangat ekstra hati-hati.
"Apalagi ditambah dengan struktur bangunan juga sangat labi" jelasnya usai proses evakuasi
Guru Senior Pondok Modern Gontor 5, Muhib Huda Muhammadi mengatakan ambrolnya tembok dipicu tanah longsor sekitar pukul 10.30 WIB. Saat kejadian, para santri sedang antre untuk mandi. Posisi kamar mandi tepat berada di depan kolam penampungan air. Tembok ambrol ke arah kamar mandi hingga menimpa para santri yang tengah antre.
"Pada jam itu, 10.30 WIB, kegiatan santri untuk (mandi) persiapan ke masjid. Jadi, mereka mandi semuanya, antre semuanya dan tidak disangka tidak ada yang tahu ada kejadian seperti itu," kata Muhib.
"Jadi posisi kolam itu ada di sebelah kamar mandi. Jadi ada asrama, belakangnya kamar mandi. Belakangnya kolam penampungan air, lha di situ kejadiannya. Akhirnya, mereka tertimpa tembok kolam penampungan air" sambung Muhib
Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Dandim 0705/Magelang Letkol Inf Jarot Susanto, Kapolresta Magelang Kombes Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar, dan Ketua DPRD Kabupaten Magelang turut meninjau di lokasi kejadian. Grengseng juga sempat menengok korban yang sempat dirawat di RSUD Merah Putih.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyampaikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban di RSUD Merah Putih akan ditanggung pemerintah daerah. "Karena ini musibah, biayanya akan kita gratiskan. Kami tidak ingin keluarga para santri terbebani" ujarnya saat meninjau lokasi kejadian.
