Kembali

Ternak Kemanusiaan

Magelang, 13/3/23


Dampak dari Awan Panas Guguran ( APG ) gunung Merapi sejak tanggal 11 Maret 2023 kemarin bukan hanya menyisakan tebaran abu vulkanis yang mengganggu kehidupan masyarakat di kawasan rawan bencana ( KRB ) 3 Merapi sehingga perlu treathment dan strategi serta kerjasama antar pemanangku kepentingan demi mengurai derita ini, jika saja hujan segera datang mungkin akan lain ceritanya untuk menghilangkan debu piroklastik yang berbahaya ini namun hujan memang belum turun sehingga harus segera ditangani secara serius dan cepat untuk meminimalisir ancaman penyakit ISPA bagi masyarakat ,  dimana ISPA  masih menjadi salah satu momok nomor satu jika debu vulkanis ini tidak segera di tangani.

Selain terganggu dengan tebalnya debu yang bada di permukiman tentu saja masyarakat daerah KRB 3 juga mengalami kesulitan dalam hal mencari pakan ternak karena rerumputan kotor oleh material gunung Merapi , bagaimana mereka bisa terhindar dari masalah ini?, sebagai desa bersaudara tentunya masyarakat yang tinggal di daerah aman tidak akan tinggal diam melihat saudaranya menghadapi nestapa, beberapa kelompok masyarakat, komunitas relawan beramai-ramai "Ngarit" bareng demi menolong saudaranya yang sedang tertimpa bencana.


Dalam pengamatan beberapa penggiat kemanusiaan, "Ngarit" ini menjadi salah satu acuan bagaimana komunikasi ini berjalan dengan baik, masyarakat daerah penyangga selain berkemas mempersiapkan wilayah mereka untuk antisipasi pengungsian mereka juga rela Ngarit untuk kebutuhan pakan ternak saudara mereka di KRB 3, ini sebuah keunikan tersendiri di Kabupaten Magelang, Pemerintah telah berhasil membangun ketangguhan masyarakat dengan program desa bersaudara ( sister village ), maka tidaklah jumawa ketika dikatakan bahwa kabupaten Magelang telah memberikan contoh tentang Ternak Kemanusiaan. (admin r34)