Magelang, 7/2/26
Dua kejadian tanah longsor terjadi di Kabupaten Magelang pada Sabtu (7/2/2026) akibat intensitas hujan tinggi. Peristiwa pertama melanda Dusun Miriombo Wetan, Desa Giripurno (Kec. Borobudur) sekitar pukul 17.00 WIB, sementara peristiwa kedua terjadi di Dusun Tlahap Jurang, Desa Lesanpuro (Kec. Kajoran) pada dini hari pukul 01.00 WIB.
Di Giripurno, tebing setinggi 10 meter dengan panjang 20 meter longsor dan mengenai rumah milik Bp. Shydik Hamzani. Akibatnya, 1 rumah mengalami kerusakan ringan terutama di bagian dapur, mengancam keselamatan 4 jiwa. Rumah Bp. Lilik (3 jiwa) yang berada di atas tebing juga terancam. Sementara di Lesanpuro, longsoran mengancam rumah Bp. Mat Tolkah (4 jiwa) dan bahu jalan dusun. Material longsor sempat menimpa dinding rumah warga meski tidak menyebabkan kerusakan struktural.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang menyatakan kedua bencana dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang-lebat yang berlangsung lama. Di Lesanpuro, retakan pada tebing telah terdeteksi sejak 1 Februari 2026 dan sempat ditutup warga sebagai langkah antisipasi. Pada 2025, tebing tersebut telah ditanami rumput vertiver untuk penguatan.
BPBD Kabupaten Magelang telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan pemerintah desa
setempat. Rencana penanganan di Giripurno akan dilaksanakan pada Minggu
(8/2/2026), termasuk pemenuhan kebutuhan logistik untuk penanganan kedaruratan.
Di Lesanpuro, warga telah membersihkan material longsor dan memperkuat area
retakan. Pemantauan intensif terus dilakukan mengingat potensi ancaman longsor
susulan masih ada.(tege akatsuki)