Magelang, 31 Desember 2024

Kejadian tanah longsor terjadi di Bukit Sokorini,
Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Tebing
setinggi 80 meter dengan lebar 20 meter runtuh, membawa material berupa batu
dan kayu yang menghantam saluran pipanisasi warga. Saluran tersebut melayani
kebutuhan air bersih warga di enam dusun: Gowak Barat, Gowak Timur, Gowak
Tengah, Rejosari II, Susukan, dan Ponggol Wetan.
Material longsor juga menyebabkan kerusakan pada lahan milik
warga Desa Sambungrejo, yaitu milik Bapak Basori (65 tahun) dan Bapak Bakhin
(37 tahun). Berdasarkan hasil kaji cepat tim yang berada di lapangan, masih
terdapat potensi longsor susulan. Jika longsor kembali terjadi, materialnya
diperkirakan akan menutup aliran Sungai Ndaru yang melintasi Desa Sambungrejo,
sehingga mengancam kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Respon Cepat BPBD dan PDAM
BPBD Kabupaten Magelang langsung bergerak cepat dengan melakukan asesmen dan
berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Untuk memenuhi kebutuhan warga
terdampak, BPBD juga mengirimkan bantuan air bersih selama proses perbaikan
pipa berlangsung serta upaya penanganan longsor bersama tim gabungan.
Bapak Bakhin dari PDAM Kabupaten Magelang menyampaikan
apresiasinya atas respon cepat dari BPBD. “Kami sangat berterima kasih atas
langkah cepat BPBD dalam membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi pelanggan
PDAM. Namun, lokasi longsor ini perlu diwaspadai karena dalam dua hari terakhir
sudah terjadi empat kali longsoran. Untuk saat ini, kami belum berani
memperbaiki pipa secara menyeluruh,” jelasnya.
Imbauan Kepala BPBD
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, S.H., mengingatkan
masyarakat akan ancaman bencana akibat fenomena meteorologi, terutama di
wilayah rawan seperti Bukit Sokorini. “Kami mengimbau seluruh masyarakat dan
pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersinergi dalam
mengatasi potensi bencana. Kerjasama yang baik sangat diperlukan agar dampak
bencana dapat diminimalkan,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemantauan dan
penanganan masih terus dilakukan oleh pihak terkait untuk memastikan keamanan
dan kelancaran aktivitas warga. (admin r34/akatsuki)