Kembali

Sebuah Pohon Berdiameter Tiga Meter Tumbang, Rumah Warga Rusak dan Dua Orang Luka Ringan


BPBD Kabupaten Magelang bersama warga saat kerja bakti melakukan pemotongan pohon tumbang di Dusun Bungosari, Desa Adikarto Rabu (22/10/2025)

Muntilan – Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, cuaca ekstrem yang berlangsung sejak Selasa (21/10) malam hingga dini hari menyebabkan sebuah pohon randu berukuran besar tumbang dan menimpa rumah milik warga bernama Rohmad (35) hingga mengalami kerusakan cukup parah. Pohon berdiameter sekitar 3 meter dengan panjang sekitar 23 meter itu juga menimpa kandang ternak serta merusak area makam warga di sekitar lokasi. Dilaporkan dua orang mengalami luka ringan. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Bungosari, Desa Adikarto, Rabu (22/10/2025) sekitar pukul 02.05 WIB.

Akibat tertimpa reruntuhan bangunan, Rohmad mengalami luka di bagian pelipis dan mata kaki, sementara anaknya Nanda Desia Putri (11) menderita memar di mata kaki. Keduanya langsung mendapatkan pertolongan pertama oleh warga dan relawan sebelum dirujuk untuk pemeriksaan medis lebih lanjut. Saat ini, keluarga korban sementara mengungsi di rumah kerabat yang masih berada di satu dusun.

“Kondisi rumah mengalami rusak sedang di bagian atap dan dinding belakang akibat tertimpa batang pohon besar. Kami tim relawan bersama BPBD dan TNI-Polri langsung melakukan evakuasi dan pembersihan material pohon sejak pagi,” ujar Relawan FPRB Muntilan, Nur Alam, saat dikonfirmasi, Rabu pagi.

Selain kerusakan rumah, kandang ternak milik Suyadi juga mengalami rusak ringan pada bagian atap. Sementara di sekitar area pemakaman umum, beberapa batu nisan dilaporkan rusak akibat tertimpa ranting pohon yang roboh.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Magelang yang tiba di lokasi segera melakukan kajian cepat, pendataan kerusakan, dan koordinasi dengan Pemerintah Desa Adikarto. Penanganan darurat dilakukan melalui kegiatan kerja bakti bersama unsur TNI, Polri, PMI, relawan, serta masyarakat setempat.

“Kami berterima kasih atas respon cepat dari semua pihak. Warga juga gotong royong membersihkan puing-puing dan membantu keluarga yang terdampak. Untuk sementara korban sudah kami tempatkan di rumah saudaranya sampai situasi aman,” ungkap Kepala Desa Adikarto, Mujazin, di lokasi kejadian.

BPBD Kabupaten Magelang juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan. Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Magelang dan sekitarnya masih berpotensi diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir.

Peristiwa tumbangnya pohon randu di Dusun Bungosari ini menambah daftar kejadian akibat cuaca ekstrem di wilayah Magelang sepanjang Oktober 2025. Dalam dua pekan terakhir, tercatat beberapa insiden serupa di sejumlah kecamatan seperti Mertoyudan, Candimulyo, dan Dukun yang mengakibatkan rumah warga rusak ringan hingga sedang.

BPBD mengingatkan masyarakat agar rutin memangkas cabang pohon besar di sekitar permukiman, memeriksa kekuatan atap rumah, serta segera melapor ke pemerintah desa atau posko BPBD jika menemukan potensi bahaya di lingkungan masing-masing.

Hingga Rabu sore, proses pembersihan material reruntuhan telah selesai dilakukan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai puluhan  juta.

“Kami masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan kebutuhan pasca bencana. Prinsipnya, pemerintah hadir untuk membantu warga terdampak dan memastikan keselamatan masyarakat,” tegas Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Cahyono Dwi Karti Putra.

Cuaca ekstrem di Kabupaten Magelang merupakan fenomena yang kerap terjadi menjelang akhir tahun. BMKG memperkirakan puncak musim hujan tahun ini akan terjadi antara November hingga Desember, dengan peningkatan potensi bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, tanah longsor, dan banjir lokal di sejumlah wilayah rawan.

BPBD mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama mereka yang tinggal di sekitar lereng perbukitan dan area dengan banyak pepohonan besar.

“Kami harap warga tidak panik namun tetap waspada. Jika terjadi hujan lebat disertai angin, segera menjauh dari pepohonan besar, baliho, atau bangunan yang rapuh,” tambah Cahyono.

Saat berita ini ditulis, kondisi di lokasi kejadian telah berangsur normal. Pihak pemerintah desa bersama masyarakat melanjutkan kegiatan gotong royong untuk memperbaiki bagian rumah yang rusak serta membersihkan sisa-sisa pohon tumbang. BPBD Kabupaten Magelang juga menyiagakan personel di lapangan untuk antisipasi kejadian susulan.