
CANDIMULYO – Sebuah rumah milik seorang lansia di Dusun Trenten RT 01 RW 01, Desa Trenten, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, mengalami kebakaran pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu oleh api dari tungku dapur tradisional yang masih menyala dan kemudian merembet ke tumpukan kayu bakar hingga membakar seluruh bangunan rumah.
Rumah yang terbakar diketahui milik Ibu Amin (90), seorang
lansia yang tinggal seorang diri. Akibat kejadian tersebut, satu unit rumah
mengalami kerusakan berat karena hampir seluruh bagian bangunan hangus dilalap
api. Beruntung tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa
tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kebakaran
bermula saat Ibu Amin memasak menggunakan tungku dapur tradisional. Setelah
selesai memasak, korban meninggalkan dapur untuk beristirahat di bagian depan
rumah. Namun, api pada tungku diketahui masih menyala.
Api kemudian diduga merembet ke tumpukan kayu bakar yang
berada di sekitar tungku. Kondisi dapur yang sebagian besar berbahan mudah
terbakar, termasuk dinding anyaman bambu, menyebabkan api dengan cepat membesar
dan menjalar ke bagian rumah lainnya.
Pemilik rumah, Ibu Amin, mengaku tidak menyadari api telah
membesar hingga akhirnya warga sekitar mengetahui adanya kebakaran.
"Saya habis masak terus duduk di depan rumah. Tahu-tahu
ada api besar dari dapur. Saya kaget dan tidak bisa berbuat apa-apa," ujar
Ibu Amin saat ditemui usai kejadian.
Ia mengaku bersyukur masih dapat menyelamatkan diri setelah
anaknya datang membantu evakuasi.
"Alhamdulillah saya selamat. Sekarang ikut tinggal dulu
di rumah anak saya," katanya singkat.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berupaya
melakukan pemadaman secara mandiri sembari menghubungi petugas pemadam
kebakaran. Tak lama kemudian, unsur terkait bersama petugas pemadam kebakaran
tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.
Damkar Kabupaten Magelang bersama warga setempat bergegas melakukan
pemadaman pada rumah sekaligus pendinginan guna memastikan tidak ada titik api
yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Magelang yang
turut berada di lokasi kemudian melakukan kaji cepat untuk memastikan dampak
kejadian dan kebutuhan korban terdampak.
Saefudin, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten
Magelang, yang turut berada di lokasi mengatakan hasil kaji cepat menunjukkan
satu unit rumah mengalami kerusakan berat akibat terbakar.
"Hasil assessmen satu unit rumah milik Ibu Amin
mengalami kerusakan berat. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam
kejadian ini. Saat ini kondisi lokasi sudah aman dan potensi bahaya telah
terkendali," jelas Saefudin.
Selain BPBD Kabupaten Magelang, unsur PMI Kabupaten Magelang
juga melakukan assessment dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban
terdampak.
Kepala Seksi Logistik pada BPBD Kabupaten Magelang, Agung Wahyu
Prihatmanto, mengatakan pihaknya langsung melakukan pendataan serta koordinasi
lintas sektor untuk memastikan kebutuhan korban dapat segera terpenuhi.
"Setelah menerima laporan kejadian, kami bersama PMI melakukan
pendataan dampak dan kebutuhan korban. Selain itu, kami juga berkoordinasi
untuk membantu distribusi bantuan logistik agar kebutuhan dasar korban dapat
terpenuhi," kata Agung.
Ia menjelaskan bahwa penanganan pascakebakaran tidak hanya
berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga pada upaya pemulihan kondisi korban.
"Saat ini korban sementara tinggal di rumah anaknya yang
berada tepat di sebelah rumah terdampak. Kami terus memantau perkembangan
kondisi korban serta kebutuhan lanjutan yang mungkin diperlukan," ujarnya.
Menurut Agung, dukungan masyarakat dan pemerintah desa
menjadi faktor penting dalam proses pemulihan pascakejadian. Oleh karena itu,
kerja bakti pembersihan material sisa kebakaran akan dilakukan bersama warga
dan pemerintah desa setempat.
BPBD Kabupaten Magelang juga terus melakukan koordinasi
dengan berbagai pihak guna mendukung penanganan lanjutan sesuai kebutuhan yang
berkembang di lapangan.
Agung berharap kejadian serupa dapat menjadi pelajaran
bersama agar masyarakat lebih memperhatikan aspek keselamatan di lingkungan
rumah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan api
benar-benar padam setelah selesai memasak atau menggunakan tungku. Jangan
meninggalkan sumber api tanpa pengawasan karena dapat memicu kebakaran yang
merugikan. Kewaspadaan sederhana dapat mencegah terjadinya bencana yang lebih
besar," tegasnya.
Hingga Sabtu siang, kondisi lokasi kebakaran telah dinyatakan
aman. Penanganan darurat telah dilakukan dan kebutuhan awal korban telah
terpenuhi. Selanjutnya, BPBD Kabupaten Magelang bersama pemerintah desa dan
unsur terkait akan terus melakukan monitoring serta koordinasi guna mendukung
proses pemulihan bagi korban terdampak kebakaran rumah tersebut.