
Sebuah pohon beringin tua
berdiameter kurang lebih satu meter tumbang dan menimpa rumah warga di Dusun
Kerekan RT 02/RW 15, Desa Sidorejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang,
Senin (2/3/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan satu
orang mengalami luka dan satu unit rumah rusak.
Pohon yang diketahui telah
berusia tua dan dalam kondisi lapuk itu roboh secara tiba-tiba pada pagi hari
saat aktivitas warga mulai berlangsung. Rumah yang terdampak merupakan milik
Sigro (72), yang dihuni tiga jiwa. Saat kejadian, Sigro tengah menyapu halaman
rumahnya. Tanpa tanda-tanda sebelumnya, batang pohon ambruk ke arah bangunan
belakang dan menghantam bagian dapur rumah.
Perangkat Desa Tegalrejo,
Cholid Mawardi, menuturkan Material batang dan ranting besar menimpa atap serta
dinding dapur hingga mengalami kerusakan. Pada saat yang sama, patahan ranting
mengenai pundak Sigro sebelum ia sempat menjauh.
“Begitu terdengar suara pohon
roboh, warga sekitar langsung keluar rumah dan membantu Pak Sigro. Bersama-sama
memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke (Rumah Sakit) Merah Putih,”
kata Cholid.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD
Kabupaten Magelang yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan
kaji cepat, pendataan dampak, serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan warga
setempat. Selain membantu evakuasi korban, petugas BPBD bersama masyarakat
melakukan pembersihan material pohon agar tidak membahayakan lingkungan sekitar
dan memulihkan kondisi rumah yang terdampak.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD
Kabupaten Magelang, Cahyono Dwikartiputra, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil
asesmen di lapangan, penyebab utama kejadian adalah kondisi pohon yang sudah
tua dan mengalami pelapukan pada bagian batang maupun perakarannya. Kondisi
tersebut membuat struktur pohon tidak lagi kuat menopang beban, sehingga
berisiko roboh sewaktu-waktu.
“Dari hasil assesmen, pohon
memang dalam kondisi rapuh dan lapuk. Faktor usia serta kondisi batang yang
sudah keropos. Meskipun saat kejadian tidak disertai angin kencang, pohon tetap
roboh karena secara struktur sudah tidak stabil,” ujar Cahyono saat
dikonfirmasi.
Menurutnya, kondisi rumah saat
ini dalam tahap pembersihan dan perbaikan ringan, sementara korban telah
mendapatkan penanganan medis dan dalam kondisi sadar. Pemerintah desa juga akan
melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan kebutuhan pemulihan dapat
tertangani dengan baik.
Peristiwa pohon tumbang di
Tegalrejo ini terjadi di tengah rangkaian kejadian bencana hidrometeorologi
yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Magelang dalam beberapa hari terakhir.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang turun sejak akhir Februari
memicu beberapa kejadian tanah longsor di berbagai kecamatan.
Sehari sebelumnya, Minggu
(1/3/2026) pukul 05.00 WIB, tanah longsor terjadi di Dusun Tegalombo I, Desa
Ngargoretno, Kecamatan Salaman. Hujan lebat menyebabkan tanah menjadi jenuh air
dan tidak stabil sehingga menimpa rumah non permanen milik Iskanan (76). Bagian
dapur rumah mengalami kerusakan ringan, namun tidak ada korban jiwa dalam
kejadian tersebut.
Masih di Kecamatan Salaman, longsor
juga menutup akses jalan penghubung Dusun Gorangan Lor dan Dusun Basongan, Desa
Kalisalak. Material tanah dan bebatuan sempat menghambat mobilitas warga
sebelum dilakukan pembersihan secara bertahap.
Di Kecamatan Borobudur,
longsor dilaporkan terjadi di beberapa titik. Di Dusun Ngargosari, Desa
Ngargogondo, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 04.30 WIB, terjadi longsoran
berupa batu besar berdimensi sekitar 30 meter persegi yang menutup sebagian
akses jalan dan berpotensi mengancam sekitar 20 rumah warga yang berada di
bawahnya. Sementara itu, di Dusun Wonolelo, Desa Kenalan, tanah longsor menutup
akses jalan dan berada di sisi rumah warga, serta di Dusun Wonosari, Desa
Candirejo, longsor pada hari yang sama menyebabkan akses jalan dusun tertutup
material tanah.
Di Kecamatan Sawangan, longsor
juga terjadi di Dusun Plutungan, Desa Wonolelo, Sabtu (28/2/2026), yang
mengakibatkan kandang ternak milik Ibu Karni (61) mengalami rusak ringan. Pada hari
yang sama pukul 22.45 WIB, longsor di Dusun Ketep, Desa Ketep, menyebabkan dua
rumah mengalami kerusakan ringan.
Rangkaian kejadian tersebut
menunjukkan tingginya potensi kerawanan bencana di wilayah dengan kontur tanah
labil dan kemiringan lereng yang curam, terutama saat curah hujan meningkat.
Hingga saat ini, seluruh kejadian masih dalam penanganan dan pemantauan BPBD
Kabupaten Magelang bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Cahyono mengingatkan
masyarakat agar tidak mengabaikan tanda-tanda alam di sekitar lingkungan tempat
tinggal.
“Apabila terjadi hujan dengan
durasi lama, muncul retakan tanah, pohon terlihat miring, atau terdengar suara
gemuruh dari tebing, segera menjauh dari area berisiko dan laporkan kepada
aparat desa maupun BPBD. Kewaspadaan dan respons cepat masyarakat sangat
menentukan dalam meminimalkan korban dan kerugian,” pungkasnya.