Magelang, 20/5/22

Program Perencanaan Mitigasi Bencana dan Livelihood- Sistem Informasi Desa Bersaudara Klalah dan Gantang dalam Menghadapi Ancaman Erupsi Gunungapi dan Pandemi Covid-19 ini diharapkan dapat memberikan peningkatan pengetahuan dan mendorong inisiasi masyarakat lokal untuk mengidentifikasi potensi sumber daya mereka berdasarkan Kerangka Sendai untuk Penanggulangan Bencana dan prinsip-prinsip PRB. Di samping itu program ini akan melakukan peningkatan kapasitas dalam pengembangan ekonomi masyarakat (PKB) untuk membangun pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya untuk mengubah setiap peluang ekonomi menjadi manfaat dan tindakan praktis dalam bentuk Sistem Informasi Mata Pencaharian-Desa (Livelhood-VIS). Intervensi diharapkan dapat menjawab tantangan seperti pengangguran lokal, pendapatan yang defisit, diskresi terbatas dalam kegiatan lokal dan menghadapi ketidakpastian stabilitas ekonomi.
Mekanisme pengurangan risiko bencana dan pengembangan ekonomi masyarakat digunakan dalam program ini sebagai pendekatan alternatif ini akan membantu masyarakat lokal untuk mencapai sumber daya lokal yang stabil dan dapat dikelola untuk proses pemulihan terbaik mereka menuju "Membangun Kembali Lebih Baik dan Lebih Kuat". Strategi penanggulangan bencana akan diperoleh melalui penerapan penilaian risiko masyarakat, perencanaan penanggulangan bencana, dan perencanaan kontinjensi. Strategi Livehood-VIS berupa risk sharing dan Community Economic Development action plan. Oleh karena program ini memerlukan partisipasi lintas sektoral dan dengan adanya pemanfaatan Kerangka Sendai dan Kerangka SDGs di masyarakat lokal, maka program ini menargetkan 2 pemerintah daerah di 2 provinsi dan 2 kabupaten yaitu di Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali dan Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
Program ini menjawab sebuah isu tentang bagaimana komunitas lokal membentuk kemitraan dalam bentuk sister village antara dua pemerintah daerah yang berbeda, mampu secara efektif meningkatkan kebijakan PRB dalam konteks kondisi dan kemampuan komunitas untuk dapat terlibat lebih jauh melalui kerja sama berkelanjutan terhadap ancaman letusan gunung berapi dan pandemi COVID 19. Implementasi program telah dilaksanakan selama 5 (lima) bulan mulai dari Januari 2022 sampai dengan Mei 2022 melalui proses panjang capacity building, simulasi tanggap darurat sister village hingga pembekalan terkait livelihood (atau aktivitas peningkatan penghidupan) oleh Tim Fasilitator Pujiono Centre, instansi terkait dari Pemerintah Kabupaten Magelang dan Kabupaten Boyolali.