Magelang, 4/3/26

Bencana tanah longsor kembali melanda wilayah Kabupaten Magelang. Pada Rabu sore, 4 Maret 2026 sekira pukul 17.00 WIB, tebing setinggi 10 meter di Dusun Sobowono, Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, longsor dan menutup total akses Jalan Kabupaten penghubung Kaponan - Ketep.
Longsor yang terjadi akibat hujan dengan
intensitas deras yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir
ini, tidak hanya memutus jalur vital antar kecamatan, tetapi juga menimbulkan
korban jiwa. Material tanah tersebut dilaporkan menimpa seorang pengendara yang
sedang melintas di lokasi kejadian.
Korban diketahui bernama Slamet Supar (40
tahun), warga Dusun Kekoan, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis. Akibat kejadian
tersebut, korban mengalami patah tulang pada bagian kaki.
"Korban langsung dievakuasi oleh warga
dan tim gabungan yang tiba di lokasi. Saat ini yang bersangkutan telah
dilarikan ke rumah sakit spesialis tulang di wilayah Dompon untuk mendapatkan
penanganan medis lebih lanjut," ujar petugas di lokasi kejadian.
Material longsoran yang terdiri dari tanah menutup
badan jalan hingga 1 meter, membuat arus lalu lintas dari dan menuju arah
Kaponan - Ketep tidak dapat dilalui kendaraan. Tim gabungan yang terdiri dari
BPBD, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat langsung bergerak cepat melakukan
kaji cepat dan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Ketundan untuk melakukan
penanganan darurat.
"Hingga saat ini, upaya pembersihan
material longsor masih terus dilakukan secara manual oleh tim gabungan. Kendala
utama di lapangan adalah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dan tebing
yang labil, sehingga dikhawatirkan akan terjadi longsor susulan," jelas Wandi
Nugroho TRC Kecamatan Pakis saat dikonfirmasi di lapangan.
Bambang Hermanto, Kepala Pelaksana BPBD
Kabupaten Magelang mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap
potensi ancaman bencana, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang
terjadi di wilayah Kabupaten Magelang. (tege akatsuki)