Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Magelang me-launching aplikasi baru bernama Elektronik
Logistik Kedaruratan atau disingkat ELOK BPBD di ruang rapat Pusdalops BPBD
Kabupaten Magelang pada Kamis (17/11)

Aplikasi ELOK BPBD merupakan proyek aksi
perubahan yang dilakukan oleh MHD. Muzamil selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan
Logistik BPBD Kabupaten Magelang sekaligus sebagai peserta pelatihan
kepemimpinan Diklat PIM III yang sedang dilaksanakan.
“Aksi perubahan tersebut dilatar belakangi oleh
kondisi saat ini dimana pelayanan publik darurat bencana di BPBD Kabupaten
Magelang belum optimal” katanya
Selama ini pengelolaan logistik pada BPBD
Kabupaten masih dilakukan secara manual sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan data yang disebabkan oleh petugas input. Dengan
pencataan manual juga dikhawatirkan kesalahan
input data barang dan kadang terdapat selisih jumlah barang pada waktu
dilakukan stock opname. Hal tersebut riskan adanya temuan ketika dilakukan
audit karena menunjukan rendahnya akuntabilitas pengadministrasian barang
logistik.
”Pada hari libur petugas input keluar masuknya barang tidak bisa
melakukan tugasnya sehingga apabila
terdapat barang logistik keluar guna untuk pemberian bantuan, tidak dapat
secara langsung di-input data barang keluar ke dalam data stock opname” imbuhnya.

Dengan terobosan atau inovasi berupa aplikasi Elektronik
Logistik Kedaruratan (ELOK) BPBD diharapkan dapat mentransformasi
organisasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Magelang
dalam hal pemberian bantuan logistik penanganan kedaruratan bencana supaya
menjadi lebih cepat dan efisien yaitu melalui sistem pelayanan publik/aplikasi
berbasis teknologi informatika (website).
Untuk diketahui aplikasi ELOK
BPBD yang dapat diakses melalui https://elokbpbd.magelangkab.go.id/,
memuat fitur-fitur pengelolaan logistik seperti, data input-output data stock
opname beserta laporan bulanannya. Selain itu terdapat fitur permohonan
logistik, yang nantinya setiap Desa akan diberikan akses login sehingga permohonan
logistik bencana dapat dilakukan secara realtime. Serta tampilan infografis
untuk memantau stock opname logistik yang ada di BPBD Kabupaten Magelang.
”Di jangka pendek ini, sesuai
dengan roadmap, peluncuran aplikasi ini kami menargetkan 3 Desa sudah
dapat menerapkan aplikasi ELOK BPBD. Ke depannya, dengan beberapa perbaikan dan
penambahan fitur, kami akan menerapkan ke 25 Desa pada jangka menengah,
sedangkan di jangka panjang harapannya 372 Desa atau semua Desa di Kabupaten
Magelang sudah mengimplemtasikan aplikasi ini” ungkap Muzamil, selaku project
leader aksi perubahan.
Hadir dalam pelaksanaan launching
aplikasi ELOK BPBD yaitu Edi Wasono, S.H. selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang selaku mentor proyek aksi
perubahan, unsur struktural BPBD, anggota tim efektif, dan tim dari Diskominfo.
Hadir pula perwakilan kepala desa rawan bencana (Kepala Desa Deyangan, Kepala
Desa Tamanagung, Kepala Desa Menoreh) dan juga jajaran satgas penanggulangan
bencana BPBD Kabupaten Magelang. Sehingga total peserta hadir yaitu sebanyak 40
peserta dalam peluncuran aplikasi ELOK BPBD pada Kamis (17/11).
“Kami sangat mengapreasiasi terhadap
implementasi aksi perubahan yang dilakukan oleh MHD Muzamil yaitu mewujudkan
aplikasi ELOK BPBD untuk pengelolaan dan permohonan logistik kebencanaan
diharapkan dengan hadirnya aplikasi ini memudahkan pelaksanaan pelayanan
permintaan logistik penanganan kedaruratan bencana dari masyarakat menjadi
lebih baik dan lebih cepat” ungkap Edi dalam sambutanya.
“Semoga aplikasi ELOK BPBD dapat berkelanjutan untuk jangka panjang dan terus dikembangkan dengan fitur-fitur yang lebih baik didalamnya sehingga dapat meningkatkan pelayanan publik BPBD berbasis digital” tutup Edi.
