20/08/2025 Magelang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
Magelang berpartisipasi aktif dalam Jambore Kwartir Ranting (Kwaran) Kecamatan
Tempuran dengan menyelenggarakan pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana
(SPAB). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (19-20
Agustus 2025) ini, bertempat di Lapangan Desa Tanggulrejo dan diikuti oleh
sekitar 150 anggota Pramuka Kwaran Tempuran.
Pelatihan ini merupakan upaya strategis untuk menanamkan budaya kesiapsiagaan bencana sejak dini, khususnya di lingkungan pendidikan, dengan memanfaatkan struktur dan semangat kepramukaan yang solid.
Pada hari pertama, Selasa (19/8), para peserta yang terdiri
dari pelajar dan pembina pramuka mendapatkan materi kelas tentang konsep dasar
SPAB. Tim instruktur dari BPBD memaparkan pentingnya mengenali potensi ancaman
bencana yang dapat terjadi di sekitar lingkungan sekolah dan tempat tinggal.
Peserta diajak untuk melakukan pemetaan sederhana terhadap risiko bencana
seperti gempa bumi, tanah longsor maupun banjir.
Materi selanjutnya difokuskan pada aspek kelembagaan. Peserta
dibekali pengetahuan untuk membentuk struktur organisasi penanganan bencana di
sekolah. Mereka belajar tentang pembagian peran dan tanggung jawab, mulai dari
koordinator, tim evakuasi, tim pertolongan pertama, hingga tim logistik. Tidak
kalah pentingnya, pola koordinasi dan komunikasi yang efektif saat darurat
bencana juga menjadi poin utama dalam pelatihan ini.
Hari kedua, Rabu (20/8), menjadi momen yang paling
dinantikan. Materi teoritis diaplikasikan langsung melalui simulasi dan
permainan lapangan. BPBD mengajarkan keterampilan dasar rapling (turun
tebing menggunakan tali). Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas petualangan,
melainkan salah satu teknik penting dalam operasi pencarian dan penyelamatan
(SAR) untuk menembus medan yang terjal atau menyelamatkan korban dari lokasi
yang sulit dijangkau.
“Keterampilan seperti rapling ini sangat berguna, terutama bagi anggota Pramuka yang sering beraktivitas di alam terbuka dan bisa menjadi first responder (penanggap pertama) saat terjadi bencana di komunitasnya. Kami ingin membangun mental yang tangguh dan terampil,” jelas salah satu instruktur BPBD di sela-sela kegiatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono melalui
pernyataannya, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kwaran Tempuran yang
telah menyisipkan pendidikan kebencanaan dalam agenda Jambore.
“Sinergi antara BPBD dan gerakan Pramuka adalah kunci
keberhasilan dalam membangun ketangguhan masyarakat, dimulai dari generasi
muda. Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta tidak hanya mampu
melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan dan penyebar
ilmu kebencanaan di sekolah dan lingkungan masing-masing,” tuturnya. (tege
akatsuki r34)