Magelang, 21/5/2024Â

Bertempat di Pendopo Kantor BPBD
Kabupaten Magelang, diadakan Rapat Koordinasi Pengurangan Risiko Bencana
Kekeringan Tahun 2024. Acara ini menghadirkan narasumber dari Stasiun I BMKG
Jawa Tengah dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, antara lain OPD, TNGM,
TNGMb, Polres Magelang, Kodim 0705 Magelang, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta
para relawan penanggulangan bencana.
Dalam arahannya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi
Wasono, menekankan pentingnya sinergitas antar lembaga dalam penanganan bencana
di musim kemarau, seperti kekeringan dan kebakaran hutan. Edi Wasono mengingatkan
bahwa kebakaran hutan yang terjadi pada tahun 2023 di Gunung Merbabu, yang
bersumber dari wilayah Semarang, telah menyebabkan kerusakan jaringan pipa air
bersih di Kecamatan Ngablak dan Kecamatan Pakis
sehingga untuk
mengatasi permasalahan tersebut, BPBD menggunakan dana BTT. Selain itu, BPBD
telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 7.000.000 liter kepada
masyarakat yang terdampak kekeringan pada tahun 2023.
Syukur Akhadi, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang,
mengucapkan terima kasih kepada BPBD, OPD , instansi terkait, dan para relawan yang telah bekerja keras
melayani masyarakat. Ia menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Magelang akan terus
berupaya mencukupi segala kebutuhan penanggulangan bencana.
Rudi dari Stasiun I BMKG Jawa Tengah memprediksi bahwa musim
kemarau di Kabupaten Magelang akan dimulai pada bulan Mei dan mencapai
puncaknya pada Juli hingga Agustus, dengan kemungkinan berlanjut hingga September-Oktober.
Ia mengingatkan bahwa pola El Nino tahun 2023 masih berdampak, lebih lanjut Rudi menekankan pentingnya antisipasi bencana dan menegaskan
bahwa BMKG akan terus mendukung dengan menyediakan informasi terkait perubahan
musim dan peringatan dini.
Rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi
dan kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko bencana kekeringan, demi melindungi
masyarakat dan lingkungan Kabupaten Magelang.
( admin r34)