
Sebagai desa yang memiliki ancaman nyata dari erupsi Merapi, memang seharusnya ada pendampingan bagi masyarakat setempat untuk penguatan kapasitas agar jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti erupsi Merapi, warga dapat berdaya dan segera menjauhi ancaman karena mereka sudah mengetahui apa, kapan, dan bagaimana mereka harus bertindak.
Yatin  (Kepala Desa Ngargomulyo) menekankan kepada para peserta Lokakarya Ketangguhan Masyarakat  (DESTANA) tahun 2015 untuk lebih proaktif dalam mengikuti program ini sehingga harapan sebagai desa utama bisa tercapai dengan pengetahuan dan kapasitas yang diperoleh pada fasilitasi ini.

Hasil yang diharapkan dari pendampingan/fasilitasi ketangguhan masyarakat di Desa Ngargomulyo adalah masyarakat mampu untuk menyusun kajian risiko bencana, membuat peta pengurangan risiko bencana desa, menyusun rencana penanggulangan bencana, menyusun aksi komunitas dan penguatan forum desa untuk pengurangan risiko bencana, menyusun rencana kontijensi dan rencana evakuasi, serta pengelolaan asset dan sumber daya. Selain itu, masyarakat juga diajak berperan aktif dalam penguatan draft perdes desa tangguh bencana. (Admin)