
Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah
barat Kabupaten Magelang pada Jumat (31/10/2025) siang menyebabkan puluhan
rumah warga mengalami kerusakan. Cuaca ekstrem yang melanda Kecamatan Salaman
dan Kajoran ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan berlangsung cukup lama
hingga sore hari, mengakibatkan genting rumah beterbangan, pohon tumbang, serta
kerusakan ringan pada sejumlah fasilitas umum.
Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, total sebanyak 136
rumah mengalami rusak ringan akibat dampak cuaca ekstrem tersebut. Dari jumlah
itu, 41 rumah rusak ringan tercatat di Kecamatan Salaman, sedangkan 95 rumah
rusak ringan terjadi di Kecamatan Kajoran. Selain itu, sebuah bangunan sekolah
dan pondok asrama di Desa Purwosari, Salaman, juga mengalami kerusakan ringan
pada bagian atap, sementara di Dusun Bakalan, Kajoran, satu trafo listrik dan
tiang PLN roboh akibat diterjang angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono, menjelaskan, cuaca ekstrem di wilayah
Kecamatan Salaman terjadi secara sporadis di beberapa desa. “Hujan dengan
intensitas tinggi disertai angin kencang mulai terjadi sekitar pukul 13.00 WIB
dan berlangsung hampir dua jam. Hembusan angin yang cukup kuat menyebabkan atap
sejumlah rumah warga di tiga desa mengalami kerusakan,” ujarnya.
Di Dusun Saren, Desa Purwosari, cuaca ekstrem juga
menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan Sekolah MTS An-Nawawi 2 dan pondok
asrama putri. “Sebagian atap pondok dan kelas roboh dan genting berhamburan
diterpa angin. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tadi” kata Edi.
Sementara di Dusun Plimbangan, Desa Banjarharjo, lima rumah
warga dilaporkan rusak ringan. Satu di antaranya, rumah milik Sulis, tertimpa
pohon tumbang, sementara empat rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian
atap dan genting yang beterbangan. Kerusakan serupa juga terjadi di Dusun
Pancar I, Desa Ngampeldento, di mana sebanyak 35 rumah rusak ringan akibat
terpaan angin kencang. Dalam peristiwa itu, satu rumah milik Rendi (39)
mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon jati tumbang. Bersama keluarganya yang
terdiri dari empat jiwa, Rendi sementara mengungsi ke rumah kerabat.
Di waktu yang bersamaan cuaca ekstrem juga melanda Kecamatan
Kajoran, khususnya di wilayah Desa Sutopati. Hujan deras disertai angin kencang
pada siang hingga sore hari mengakibatkan 95 rumah warga rusak ringan, tersebar
di dua dusun: Dusun Nepen (35 rumah) dan Dusun Bakalan (60 rumah). Sebagian
besar kerusakan terjadi pada bagian atap dan genting rumah yang beterbangan
diterpa angin.
Selain kerusakan rumah, satu trafo dan tiang listrik roboh di
wilayah Dusun Bakalan, menyebabkan gangguan pasokan listrik di beberapa titik.
Namun, petugas PLN segera melakukan perbaikan pada malam harinya agar pasokan
listrik kembali normal.
Kepala Desa Sutopati, Slamet Nursidi, menuturkan bahwa warga
sempat panik saat angin kencang datang tiba-tiba. “Setelah shalat Jum’at Sekitar
jam 1 siang, angin putting beliung muter-muter cukup kencang. Genting rumah
beterbangan dan pohon-pohon banyak yang tumbang” katanya.
Kepala Seksi Kedaruratan
BPBD Kabupaten Magelang Cahyono Dwi Kartiputra saat berada di lokasi
kejadian menyampaikan pihaknya langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Magelang
ke lokasi begitu menerima laporan dari Pusdalops.
“Untuk Kecamatan
Kajoran, rencananya perbaikan rumah akan dilakukan melalui kegiatan kerja bakti
warga pada Sabtu (1/11/2025) dengan dukungan logistik dari BPBD. Hal yang sama
juga dilakukan di Kecamatan Salaman,” ujarnya
Meskipun kerusakan bangunan cukup banyak, BPBD memastikan
tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa kali ini. “Seluruh warga
terdampak dilaporkan dalam kondisi aman” imbuhnya
Kepala Pelaksana BPBD Magelang menegaskan pentingnya
kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi kejadian semacam ini. “Kami sangat
mengapresiasi respon cepat dari para relawan, perangkat desa, dan masyarakat.
Penanganan darurat yang cepat merupakan kunci agar dampak bencana tidak
meluas,” ucap Edi
Hingga Jumat malam (31/10), seluruh warga masih siaga untuk
memantau kondisi cuaca dan dampak lanjutan di beberapa titik terdampak. BPBD
bersama perangkat Desa juga masih terus melakukan pendataan lanjutan untuk
memastikan seluruh kerusakan terverifikasi.