
Pohon tumbang menimpa sebuah mobil boks yang sedang melintas di Pertigaan Lingkungan Sayangan Muntilan saat kejadian Cuaca Ekstrem melanda, Jumat (17/10).
Hujan
deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang,
Jumat (17/10) sore hingga malam, mengakibatkan 17 rumah mengalami kerusakan dan
empat warga luka-luka. Kejadian tersebar di tujuh kecamatan dengan dampak
paling signifikan terjadi di Kecamatan Muntilan dan Srumbung.
Beradasarkan
data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
Magelang hingga pukul 22.30 WIB, bencana cuaca ekstrem tersebut menyebabkan dua
rumah rusak sedang, 15 rumah rusak ringan, serta empat warga mengalami luka
ringan akibat tertimpa material rumah dan pohon tumbang.
Hujan
deras disertai angin kencang terjadi sejak sekitar pukul 15.00 WIB. Sejumlah
titik terdampak mencakup Kecamatan Muntilan, Salam, Srumbung, Tegalrejo,
Sawangan, Ngluwar, dan Salaman.
Di
Kecamatan Muntilan, kerusakan terparah dilaporkan di Kelurahan Lingkungan
Kaweron dan Banaran. Masing-masing lokasi mengalami kerusakan pada bagian atap
rumah warga akibat terpaan angin kencang. Sementara di Lingkungan Sayangan
sebuah mobil boks tertimpa pohon tumbang sekitar pukul 16.10 WIB. Pohon
berukuran besar tumbang akibat terpaan angin kencang sehingga menimpa kendaraan
yang tengah melintas. Akibatnya, pengemudi mobil mengalami luka dan harus
dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Kepala
Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, membenarkan adanya laporan
korban luka dalam peristiwa tersebut.
“Benar,
dua orang mengalami luka akibat insiden pohon tumbang di Simpang Sayangan,
Muntilan. Korban sudah mendapatkan pertolongan, dan tim kami bersama petugas
gabungan telah mengevakuasi kendaraan serta memotong batang pohon agar arus
lalu lintas kembali normal“ terang Edi.
Sementara
satu korban lainnya berasal dari Dusun Singonalan, Desa Krasak, Kecamatan
Salaman, yang sempat dirawat di RSUD Tidar Magelang karena luka pada bagian
kepala akibat tertimpa material genting rumah yang roboh pada saat cuaca eksrem
juga menerjang wilayah tersebut.
Selain
di Muntilan dan Salaman, Kecamatan Srumbung juga mengalami dampak cukup besar.
Di Dusun Kembang, Desa Bringin, dua unit rumah warga mengalami rusak sedang
akibat tertimpa pohon tumbang. BPBD bersama tim gabungan serta masyarakat telah
melakukan pembersihan material malam itu juga, sementara perbaikan lanjutan
dijadwalkan dilakukan keesokan harinya.
“Angin
datang tiba-tiba, sekitar menjelang Maghrib. Kami semua langsung panik karena
suara pohon tumbang sangat keras. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya
rumah kami rusak di bagian atap dan dinding belakang“ ungkap Suwarno (47),
warga Dusun Kembang, Bringin, Kecamatan Srumbung.
Kemudian,
di Kecamatan Salam, beberapa pohon tumbang dilaporkan menutup akses jalan desa
di Gulon dan Kadiluwih. Namun, tidak ada laporan korban jiwa dari kejadian
tersebut. Tim TRC (Tim Reaksi Cepat) BPBD bersama warga telah mengevakuasi
pohon yang tumbang pada malam hari, sehingga akses kembali normal.
BPBD
Kabupaten Magelang bersama unsur TNI, Polri, PMI, DAMKAR, dan relawan segera
turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat sejak laporan
pertama masuk pada Jumat sore. Penanganan difokuskan antara lain pada evakuasi
pohon tumbang yang menutup akses jalan, pembersihan puing bangunan, dan
pendataan rumah rusak.
“Sebagian
besar lokasi sudah tertangani malam ini. Kami prioritaskan yang mengganggu
akses jalan umum dan yang berdampak langsung terhadap keselamatan warga“ ujar
Edi.
BMKG
Stasiun Klimatologi Semarang sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini
potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang di
wilayah Kedu, termasuk Kabupaten Magelang, sejak Kamis(16/10). Fenomena ini
dipicu oleh peningkatan aktivitas Monsun Asia dan pertemuan angin (konvergensi)
di wilayah Jawa bagian tengah, yang menyebabkan pertumbuhan awan-awan konvektif
cukup signifikan.
“Pola
pergerakan angin menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga
lebat disertai petir di wilayah Magelang hingga beberapa hari ke depan. Kami
mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terutama terhadap pohon tinggi dan
papan reklame besar“ dikutip dari rilis BMKG.
BPBD
Kabupaten Magelang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap
potensi cuaca ekstrem hingga akhir Oktober 2025. Masyarakat diminta untuk tidak
berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan dan angin kencang dan
memangkas cabang pohon yang sudah rapuh di sekitar permukiman.
“Kami berharap masyarakat tetap waspada. Cuaca ekstrem bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama pada sore hingga malam hari. Pastikan lingkungan rumah aman dari pohon besar dan benda tinggi yang berisiko tumbang“ imbau Edi.