
BPBD bersama Relawan dan warga saat melakukan kerja bakti pembersihan material longsoran di Tanah Longsor Dusun Ngadiwinatan, Desa Karanganyar, Kec. Borobudur, Kamis, (15/05/2025) malam
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang bersama TNI, POLRI, Pemerintah Desa, Komunitas Relawan, dan warga setempat bergotong royong melakukan kerja bakti penanganan darurat tanah longsor di empat tiitik lokasi di Kecamatan Borobudur pada Kamis, (15/05/2025) malam.
Keempat titik lokasi tersebut terjadi antara lain di Dusun Ngadiwinatan 1 Desa Karanganyar, Dusun Sambeng Desa Sambeng, Dusun Bogowanti Lor Desa Borobudur dan Dusun Kemloko IV Desa Kenalan Kecamatan Borobudur. Tanah longsor di keempat titik tersebut berdampak pada masing-masing satu rumah terancam.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono menuturkan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Borobudur pada Kamis, (15/05/2025) malam tadi dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat beberapa hari terakhir beberapa wilayah di Kabupaten Magelang.
“Hujan akhir-akhir ini memang cukup lebat, itu yang memicu tanah longsor di Borobudur tadi malam. Namun demikian tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan, hanya saja beberapa rumah terancam dan material longsoran mengenai rumah” Ujar Edi
Lebih lanjut ia menjelaskan selain dipicu hujan lebat, tanah longsor juga disebabkan kontur tanah di tebing yang longsor sudah jenuh air dan muncul aliran-aliran air. Sehingga saat hujan lebat terjadi tebing tersebut mudah longsor.
“Ditambah rumah-rumah yang terdampak rata-rata berada didekat samping tebing sehingga saat longsor rumah mereka terkena material longsoran” tambahnya
Untuk itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang berada di daerah-daerah rawan bencana diharapkan selalu waspada terutama saat hujan terjadi. Selain itu jika menemukan tanda-tanda longsor seperti muncul mata air di lereng tebing dan muncul retakan tanah segera untuk memperbaiki dengan menutup retakan tersebut.
“Jika melihat tanda-tanda tanah longsor segera lakukan penututpan di retakan tanah dan jika harus mengungsi segera mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko korban jiwa” pungkasnya
Sementara itu petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Magelang Semif Bani yang ikut melakukan pendataan di lokasi kejadian menjelaskan, di hari yang sama di Dusun Ngaran II Desa Borobudur, Kec. Borobudur juga terjadi banjir luapan yang berdampak pada 9 rumah tergenang air. Banjir tersebut disebabkan oleh peningkatan debit air di saluran irigasi sawah yang berada disekitar lokasi tersebut.
“Curah hujan tinggi menyebabkan peningkatan debit air di saluran irigasi sawah hingga jebol sehingga air masuk ke pemukiman warga” terang Bani
Tinggi luapan air yang masuk ke rumah-rumah warga sempat mencapai lutut orang dewasa. Beruntung warga bersama relawan dibantu oleh personil satgas BPBD langusng melakukan penanganan dengan melakukan penyedotan air sehingga air cepat surut.
“Tinggi air sempat mencapai selutut orang dewasa namun cepat teratasi karena langsung dilakukan penyedotan air” tambahnya
Langkah penangan cepat dan tepat dilakukan BPBD bersama instansi terkait, seperti pendataan di lokasi kejadian, pengiriman bantuan barang logistik permakanan untuk penanganan, serta kerja bakti pembersihan material longsoran pada rumah dan jalan yang terdampak.
Hingga Jum’at (16/05/2025) pagi, BPBD terus melakukan penanganan dan pengecekan di lokasi-lokasi terdampak tanah longsor dan banjir sebelumnya. Proses pembersihan material terus berlangsung dengan keterlibatan warga dan relawan sehingga diharapkan kondisi segera pulih dan aktivitas warga dapat kembali normal.
