Kembali

Bencana Dominan Tanah Longsor Landa Kabupaten Magelang pada Januari 2025

Magelang, 31/1/25



Magelang, Jawa Tengah – Kabupaten Magelang mengalami peningkatan kejadian bencana alam pada Januari 2025, dengan tanah longsor menjadi bencana yang paling dominan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, tercatat 37 kejadian bencana selama bulan tersebut. Dari jumlah tersebut, 32 kejadian di antaranya adalah tanah longsor, disusul oleh cuaca ekstrem angin kencang (1 kejadian), kebakaran bangunan (2 kejadian), banjir (1 kejadian), dan kejadian lain (1 kejadian).

Dampak dari serangkaian bencana tersebut, sebanyak 5 rumah warga mengalami kerusakan ringan dan 4 rumah lainnya mengalami kerusakan kategori sedang. Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, kejadian ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah telah mengeluarkan peringatan bahwa puncak musim penghujan pada tahun 2025 diprediksi terjadi pada bulan Januari hingga Februari. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau informasi terkini dari pihak berwenang.

Menanggapi hal tersebut, BPBD Kabupaten Magelang telah mengaktifkan Posko Siaga Bencana Hidrometeorologi 2025 yang beroperasi selama 24 jam. Posko ini terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) BPBD Kabupaten Magelang, unsur satuan tugas (satgas), Tim Reaksi Cepat (TRC), dan relawan. Edi Wasono, S.H., selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, kembali mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

"Kami mengimbau warga untuk selalu memantau kondisi lingkungan sekitar, terutama saat curah hujan tinggi. Segera laporkan ke pihak berwenang jika melihat tanda-tanda potensi bencana seperti retakan tanah atau aliran air yang tidak normal," ujar Edi Wasono.

BPBD Kabupaten Magelang juga telah melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan kecamatan, untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi potensi bencana. Masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dan mengikuti arahan dari petugas saat terjadi keadaan darurat.

Dengan puncak musim penghujan yang masih berlangsung, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengurangi dampak bencana di Kabupaten Magelang. Semoga dengan langkah antisipasi yang telah dilakukan, risiko kerugian material dan korban jiwa dapat diminimalisir. ( admin r34)